(Bukan) Individualistis

Memasuki abad milenium rasanya kita kerap kali mendengar kata individulistis. Kata yang lebih sering dialamatkan untuk menggambarkan pola sosialisasi sebagian masyarakat, khususnya yang bermukim di kota-kota besar. Indivualistis merupakan pola sosialisasi yang lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan cenderung untuk seminimal mungkin berinteraksi dengan masyarakat lainnya. Mereka lebih nyaman menghabiskan waktu mereka sendiri dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat personal.
Continue reading


Suplemen Pendidikan

Institusi pendidikan kini telah menggurita meskipun belum dapat menjadi kabar gembira sepenuhnya bagi pialang ilmu. Beragamnya pangkalan-pangkalan ilmu formal, belum dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ya setidaknya kini ada itikad baik dari para pemegang pelana regulasi untuk membuat pendidikan lebih merata, tak hanya gembar-gembor semata.
Continue reading


Katanya Kebebasan HAM, tapi ko….

Sebelumnya saya mohon maaf terlebih dahulu atas note ini. Tak ada maksud apa pun, hanya sekedar sharing.

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak yang telah dimiliki oleh seorang manusia sejak ia lahir bahkan sejak ia berada dalam kandungan. Diantara hak-hak tersebut diantaranya adalah hak hidup, hak untuk memperoleh pendidikan, hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain, dan hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Bahkan yang akhir-akhir ini kerap kali didengungkan oleh sekelompok orang adalah hak untuk bebas berekspresi yang tak lain reaksi kontra dari Undang-Undang Pornografi. Saya tak ingin membahas mengenai UU Pornografi tersebut di sini.
Continue reading


Kelembaman

hijrahRasanya sering sekali kita mendengar Hukum III Newton mengenai aksi-reaksi. Ya, suatu benda akan memberikan respon sebagai reaksi atas sebuah aksi yang menimpanya. Namun, ada pula Hukum I Newton mengenai kelembaman atau inersia di mana kecenderungan suatu benda untuk tetap bergerak atau mempertahankan keadaan diam. Rasanya layak juga bila kelembaman tersebut dikaitkan dengan kondisi psikologis seseorang, tak hanya mengenai nalar logis manusia semata. Pada umumnya manusia kurang menyukai kegiatan serupa yang berlangsung relatif lama. Terlebih lagi jika rasa jenuh tersebut mencapai titik ekstrimnya. Mereka akan cenderung untuk mendiversifikasi kegiatan mereka atau beralih untuk mencari kegiatan lain yang lebih mereka sukai. Perubahan tersebut biasanya terjadi pada suatu kondisi dinamis, baik secara psikis maupun fisik atau pula orang-orang yang mau keluar dari zona nyamannya. Hal itu tentunya sesuai dengan kecenderungan sesuatu untuk tetap bergerak.
Continue reading


Dasawarsa

 Tarian pemuja tahta

Menari di atas kudeta

Bualan tak ubahnya retorika

Kau janjikan surga

Namun, kau sodorkan neraka tepat di muka

Hebatnya,

Neraka itu berhiaskan ornamen nirwana

Ah kau memang punya segalanya Continue reading


Terima Kasih

Meski terkesan sangat terlathank youmabat, namun aku bersyukur rasa ini datang juga. Rasa yang telah lama aku nanti di pencarianku dalam waktu lebih dari dua tahun ini. Ya, lagi-lagi ini menyangkut dengan pilihanku untuk menekuni bidang yang aku geluti sekarang. Terlalu lama aku terjerembab oleh perasaan tidak nyaman yang sebenarnya merupakan akibat dari kebimbanganku. Aku menjadikan hal lain sebagai kambing hitam atas pilihanku. Picik. Amat picik. Aku tak berani untuk mengakui bahwa rasa galau yang aku rasa merupakan hal yang aku pilih untuk menempati sudut kecil hatiku.
Continue reading


Pilihanku

chooseTak ada yang terjerat sebagai tersangka dalam keputusan yang kuambil. Keputusan untuk menyibak realita menjadi nyata. Keputusan untuk berada di sini, di pencarian siapa dan apa sesungguhnya aku. Semula, ku pikir bahwa bahwa aku harus menempatkan pilihan orang tuaku melebihi pilihanku sendiri karna aku tak ingin membuanya terluka hanya karena penegangan otot leherku yang tak terjaga. Aku kira aku harus mengikuti apa yang orang tua inginkan. Ternyata aku salah besar. Kesalahan yang tak berdosa. Toh aku yang mengambil keputusan ini dan aku pulalah yan harus merasakan iramanya.
Continue reading